🔥 SPECIAL WEBINAR 🔥
Framework Mesin Pencetak Cuan Tiada Henti. Menciptakan Sistem REVENUE Berkelanjutan, Bukan Hanya Penjualan Sesekali!

Apakah sekarang, kamu rasanya capek banget, karena bisnismu yang udah kamu bangun dengan susah payah itu, justru ….
❌ Cuman diserbu customer tipe ROJALI alias rombongan jarang beli. Gimana omset bisa naik kalau terus-terusan begini?
❌ Udah hepi berhasil bikin konten trending dan viral tapi revenue tetap secuil?
❌ Baru dapat revenue kalau pas pake paid ads doang? Bisnis model begini so pasti nggak sehat dan segera sekarat tuh ….
❌ Terkendala dengan strategi branding yang tak terarah dan positioning yang berantakan di benak target market?
❌ Mengalami yang namanya konversi rendah, profit super tipis dan bikin tim finance dan founder nangis?
❌ Bingung gimana caranya agar customer nggak beli sekali aja, tapi bisa repeat order terus-terusan dan bahkan rela menjadi marketer gratisan ke circle-nya?
❌ Heran mengapa strategi marketing yang dulu berhasil, kini sudah tidak efektif lagi?
❌ Bingung mengapa brand sulit dikenali, meskipun sudah aktif di media sosial?
❌ Tak tahu cara mengubah followers menjadi pembeli?
❌ Gak paham cara membuat marketing yang “nyambung” secara emosional dengan target pasar?
❌ Terus saja merasakan kampanye marketing yang selalu saja gagal, meski sudah pakai influencer dan desain keren?
❌ Tak mengerti bagaimana mengukur anggaran marketing yang benar-benar bisa menghasilkan ROI?
❌ Tak paham bagaimana cara membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan agar mereka kembali berkali-kali, tanpa harus terus-terusan promosi?
Ini ... Solusinya!
Kami hadirkan webinar, yang secara khusus membahas tentang INFINITY REVENUE ENGINE, sebuah framework yang membantumu membangun mesin pencetak cuan tiada henti, menciptakan sistem revenue berkelanjutan, bukan penjualan sesekali. Membahas empat komponen penting dalam bisnis: Marketing – Branding – Selling – Customer Experience. Satu framework, sebagai solusi ajaib bagi bisnis Anda.
1. MARKETING
Tujuan: menarik perhatian (attention) dan mendatangkan traffic berkualitas. Artinya, bukan sekadar orang datang melihat, tapi benar-benar audiens yang relevan, punya kebutuhan, dan berpotensi masuk ke tahap berikutnya (consideration & conversion). Output utama dari strategi di tahap ini adalah: continous flow of incoming prospects.
Apa saja yang harus dilakukan pada tahap ini?
Audience Mapping
Tujuan: memahami siapa yang ingin kita tarik agar trafffic yang datang sesuai target. Beberapa langkahnya: segmentasi audiens, identifikasi pain points, dan mapping journey.
Bayangkan bisa tahu persis siapa calon pembeli Anda, apa yang mereka khawatirkan, lalu mengirim pesan yang terasa personal, seolah Anda benar-benar memahami mereka. Setiap konten, iklan, dan follow-up benar-benar nyambung. Hasilnya? Semua strategi tepat sasaran.
Unique Selling Proposition
Tujuan: menonjolkan apa yang membuat kita berbeda dan lebih layak dipilih dibandingkan kompetitor.
Di sini, Anda akan menemukan inti keunikan yang membuat bisnis Anda tak tergantikan. Bukan sekadar klaim, tapi bukti nyata yang membuat pelanggan berkata: “Ini yang aku cari selama ini!”
Content Strategy
Memastikan setiap konten yang dibuat selaras dengan tujuan bisnis, kebutuhan audiens, dan brand positioning.
Konten bukan cuma “harus ada” di media sosial. Tapi mendorong audiens selangkah lebih dekat ke dalam keputusan pembelian. Semua selaras. Tidak ada lagi konten asal posting.
Digital Marketing Campaign
Eksekusi terintegrasi dari content strategy untuk mencapai objektif spesifik dalam periode tertentu. Semua dikendalikan, diukur, dan dimaksimalkan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, harus ada perencanaan yang matang dan strategi yang brilian, melebihi apa yang kompetitor lakukan!
Mix Channel
Marketing modern tidak bisa hanya mengandalkan satu kanal. Dibutuhkan orchestrated mix agar setiap channel saling melengkapi, bukan berdiri sendiri.
Andai 80% pelanggan Anda datang dari satu platform… apa yang terjadi kalau platform itu tiba-tiba down atau algoritmanya berubah? Ketergantungan pada satu channel itu risiko. Bangun ekosistem pemasaran di mana satu channel memperkuat channel lain. Semua saling mendukung, bukan bersaing.
Social Media Marketing
Berperan sebagai media utama untuk awareness, engagement, dan community building.
Di sinilah brand Anda punya wajah, suara, dan kepribadian. Dengan pendekatan yang benar, bisa menciptakan ikatan emosional, sehingga pelanggan tidak hanya membeli, tapi merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar.
Paid Ads
Berperan sebagai mesin akselerasi untuk reach, traffic, dan conversion.
Ingin pertumbuhan yang tidak menunggu? Paid Ads adalah mesin akselerasi. Dengan biaya yang terukur, Anda bisa langsung menjangkau ribuan orang, mengarahkan traffic berkualitas, dan mengubahnya menjadi konversi, dalam hitungan jam, bukan bulan. Strategi ini bukan pemborosan, tapi investasi cerdas dengan ROI yang bisa dipantau, asal strateginya tepat.
SEO
Berperan sebagai kanal jangka panjang untuk traffic berkualitas dan brand authority.
SEO adalah strategi jangka panjang yang membangun otoritas brand, menarik traffic organik berkualitas, dan terus bekerja bahkan saat Anda tidur. Bukti bahwa bisnis Anda memang ahlinya di kategori tersebut.
Events
Berperan membangun trust, kredibilitas, dan human connection.
Di sinilah Anda menunjukkan keahlian dan membangun kepercayaan. sebagai jembatan dari awareness ke trust.
Lead Magnet
Berfungsi sebagai penarik qualified leads, memberikan first value, dan fase memulai hubungan jangka panjang dengan customer.
Bagaimana cara menarik calon pelanggan yang benar-benar serius? Dengan memberi “harga pertama” yang terjangkau. Kemudian, mereka akan dengan senang hati memberikan kontaknya. Ini adalah pintu masuk ke hubungan jangka panjang. Ini langkah pertama untuk menunjukkan: “Saya paham masalah Anda… dan bisnis saya punya solusinya.”
Propsect Capture System
Sistem terstruktur untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data leads agar bisa di-nurture dan di-convert menjadi customer. Tanpa sistem ini, lead magnet hanya menjadi “hadiah gratis” tanpa ROI.
2. BRANDING
Tujuan: menumbuhkan trust (kepercayaan) dan emotional connection (kedekatan emosional) hingga berujung pada loyalty & advocacy. Output utama dari strategi di tahap ini adalah: trust & loyalty & want to paid more.
Bisnis yang tahan krisis bukan dibangun dari produk bagus atau diskon gila-gilaan. Tapi dari kepercayaan. Dan kepercayaan tidak datang dari klaim, tapi datang dari pengalaman berulang yang bermakna. Di tahap ini, bukan soal menjual lagi. Tapi soal membangun hubungan. Hubungan yang membuat pelanggan tidak hanya setia, tapi rela membela bisnis Anda, merekomendasikannya, dan bahkan mau bayar lebih, karena mereka merasa Anda paham mereka lebih dari yang lainnya.
Apa saja yang harus dilakukan pada tahap ini?
Basic: Landasan Tak Terlihat yang Mengubah Segalanya
Sebelum melangkah jauh, harus sudah benar fondasinya: konsistensi visual identity, reciprocity, continuity, serta clarity.
Sebelum membangun menara, pastikan fondasinya tegak. Konsistensi identitas visual, kejelasan pesan, Ketika brand terlihat rapi, konsisten, dan bisa diprediksi, otak pelanggan merasa aman. Dan saat pelanggan merasa aman, mereka jadi lebih terbuka untuk berlangganan, membeli lagi, dan percaya pada setiap langkah Anda.
Story: Narasi yang Mengikat Hati
Tujuan: mengikat emosi lewat narasi yang relevan dengan aspirasi & pain audiens.
Manusia bukan mikir lalu beli. Mereka rasa dulu, baru percaya, baru bertindak. Story adalah senjata paling ampuh untuk menembus logika dan masuk ke hati. Bukan cerita model “Kami didirikan pada tahun 2015”, tapi cerita “dulu kita juga stuck, sampai menemukan solusi yang sekarang kami bagi untuk Anda”. Narasi yang relevan dengan perjuangan audiens, yang mencerminkan perjuangan mereka, itu yang membuat mereka berkata: “Itu… aku banget.”
Trust: Kompetensi yang Terbukti, Bukan Diklaim
Tujuan: membuktikan kompetensi dan integritas secara terstruktur.
Trust dibangun bukan dari slogan, tapi dari bukti struktural: portofolio yang transparan, testimoni nyata dengan nama dan wajah, proses kerja yang jelas, bahkan pengakuan atas kegagalan. Semua ini menunjukkan: Anda tidak hanya hebat, tapi juga jujur. Dan pelanggan lebih memilih mempercayai yang jujur, daripada yang sempurna.
Value: Fungsi Bertemu Makna
Tujuan: menyatukan keyakinan dan aspirasi (beliefs & ideals) dengan manfaat fungsional.
Orang beli fungsi. Tapi mereka membela nilai. Value dalam tahap ini adalah penyatuan antara manfaat nyata dan nilai hidup kemudian menjadi identitas. Dan identitas tidak mudah diganti, sekalipun ada yang lebih murah.
Experience: Sentuhan yang Tak Terlupakan
tujuan: membuat sentuhan bermakna di setiap touchpoint (online–offline).
Experience adalah seni menciptakan moments kecil yang terasa besar. Seperti ucapan ulang tahun dengan hadiah kecil, atau follow-up personal setelah pelanggan menggunakan produk. Ini bukan biaya operasional. Ini investasi di hati pelanggan. Dan nanti, mereka yang akan jadi duta bisnis Anda, tanpa Anda minta.
Community: Dari Pembeli Jadi Keluarga
Tujuan: mengubah audiens menjadi members yang saling menguatkan.
Pelanggan individual bisa pergi. Tapi komunitas? Mereka saling menjaga. Community adalah tempat audiens tidak hanya berinteraksi dengan Anda, tapi juga dengan sesama pengguna. Di sini, mereka merasa punya tempat, merasa dihargai, dan punya suara. Dan ketika mereka merasa bagian dari sesuatu yang lebih besar, loyalitas bukan lagi pilihan, tapi konsekuensi alami.
Authenticity: Asli atau Palsu, Mereka Tahu
Tujuan: menunjukkan keaslian niat dan tindakan (selaras kata dan perbuatan).
Authenticity adalah keselarasan antara kata dan tindakan. Apa yang Anda janjikan, harus terjadi. Apa yang Anda percaya, harus terlihat. Orang tidak butuh sempurna, mereka butuh asli.
Ritual: Kebiasaan yang Disukai, Ditunggu, Dirayakan
Membuat kebiasaan bersama yang mudah diulang dan dirayakan.
Ritual adalah momen berulang yang memberi rasa kebersamaan dan kenyamanan. Misalnya: peluncuran produk tiap kuartal, challenge bulanan untuk member, atau ucapan “terima kasih” di hari anniversary pelanggan. Ini menciptakan ritme hubungan. Dan ketika pelanggan menantikan momen-momen itu, otomatis mereka tetap terhubung, tidak hanya dengan brand, tapi dengan seluruh ekosistem di sekitarnya.
3. SELLING
Tujuan: mengubah prospek (leads) menjadi transaksi (customer paying) dengan cara: membangun kepercayaan, relevansi, dan urgensi. Pada bagian ini, jika dijalankan secara konsisten, akan menghasilkan tingkat konversi tinggi, karena prospek merasa: dipahami, ditolong, dan dipercaya, bukan sekadar “dijualin”. Output utama dari strategi di tahap ini adalah: high convertion.
Mindset penting: dari dipahami jadi dibeli. Ini bukan soal teknik jualan. Ini soal hubungan. Prospek tidak membeli karena Anda hebat menjelaskan produk. Mereka membeli karena merasa dipahami, ditolong, dan dipercaya. Dan pada akhirnya, mereka tidak merasa “dijualin”, tapi merasa menemukan solusi yang sudah lama dicari. Inilah seni menjual di era kepercayaan: menjual dengan cara tidak terlihat sedang menjual.
Apa saja yang harus dilakukan pada tahap ini?
Trust Building: Jualan Dimulai Setelah Percaya Ada
Prinsipnya adalah: people buy from people they trust. Caranya: gunakan pendekatan human touch, jangan langsung jualan.
Orang tidak membeli dari brosur. Mereka membeli dari orang yang mereka percaya. Maka langkah pertama bukan presentasi produk, tapi hadir sebagai manusia. Gunakan sentuhan personal: panggil nama, dengarkan dulu, tunjukkan empati. Ketika prospek merasa Anda ada untuk mereka, bukan hanya untuk transaksi, fondasi penjualan yang kuat sudah terbentuk, tanpa satu kalimat promosi pun.
Problem Awareness: Pertanyaan yang Lebih Tajam dari Pernyataan
Prinsipnya adalah: selling is not telling, it’s asking. Caranya: ajukan pertanyaan diagnostik, untuk memahami masalah nyata dari prospek.
Menjual bukan tentang banyak bicara. Tapi tentang banyak bertanya. Ajukan pertanyaan diagnostik yang menyentuh akar masalah: “Sejauh ini, tantangan terbesar dalam bisnis Anda di bagian apa?” atau “Apa yang sudah dicoba, dan di bagian mana yang hasilnya masih kurang?” Di sinilah prospek mulai merasa Anda benar-benar paham, dan di situlah minat mulai tumbuh.
Irresistible Offer: Jualan yang Rasanya Seperti Menolong
Prinsipnya adalah: value > price. Caranya: jangan jual produk, tetapi jual solusi dan manfaat. Lalu, cocokkan keunikan produk/jasa dengan kebutuhan dari prospek.
Jangan jualan fitur. Jual bayangan kehidupan setelah masalah terpecahkan. Tawaran yang tak mungkin tertolak bukan yang “paling murah”, tapi yang paling relevan. Susun penawaran yang menyatu dengan pain, goal, dan konteks prospek. Maka harga bukan lagi hambatan, karena nilai yang dirasakan jauh lebih besar.
Validate with Proof: Percaya Butuh Bukti, Bukan Janji
Prinsipnya adalah: trust is earned through evidence. Caranya: gunakan social proof, authority proof, dan juga logic proof.
“Kami terbaik!” tidak cukup. Tapi, “Lihat bagaimana Ibu Rina dari Bandung menaikkan penjualan 3x lipat dalam 6 minggu, hanya dengan strategi sederhana.” Itu yang justru berhasil. Gunakan bukti: testimoni nyata, data hasil, pengakuan ahli, atau logika sederhana yang masuk akal. Ini bukan pamer, ini membangun jembatan kepercayaan, satu bukti demi bukti.
Objection Handling: Saat Keberatanadalah Tanda Minat
Prinsipnya adalah: people don’t buy when they understand, they buy when they feel understood. Caranya: tangani objection dengan empati, bukan defensif.
Keberatan bukan penolakan. Itu cara prospek berkata, “Saya mau, tapi butuh keyakinan lebih.” Tangani dengan empati: “Wajar banget khawatir waktu terbatas — banyak klien saya juga awalnya begitu. Tapi justru karena waktu terbatas, kita butuh sistem dan strategi yang langsung berhasil, bukan?” Dengarkan, validasi, lalu arahkan. Bukan debat, tapi dialog yang membangun.
Closing: Minta dengan Percaya Diri, Bukan Memaksa
Prinsipnya adalah: if you don’t ask, you don’t get. Caranya: jangan takut minta keputusan, gunakan teknik closing sesuai situasi.
Jika Anda sudah membangun kepercayaan, menunjukkan relevansi, dan menciptakan nilai, maka wajar untuk bertanya: “Siap untuk memulai?” Closing bukan tekanan. Ini ajakan natural di akhir proses yang sudah dipersiapkan. Gunakan teknik sesuai situasi: assumptive close, alternative choice, atau urgency yang halus. Terpenting: tidak takut meminta sebuah keputusan. Karena tanpa ajakan, tidak akan ada aksi.
4. CUSTOMER EXPERIENCE
Customer experience adalah semua interaksi, persepsi, dan perasaan pelanggan terhadap brand, produk, atau layanan di sepanjang customer journey. Sedangkan customer relationship management (CRM) adalah sistem, strategi, dan tools untuk mengelola data, komunikasi, dan hubungan pelanggan secara terukur dan terstruktur. Customer experience lewat pendekatan CRM, bisa menghasilkan dua hal besar: repeat order, continuity & multiplier system. Output utama dari strategi di tahap ini adalah: menciptakan sistem revenue berkelanjutan, bukan hanya penjualan sesekali.
Apa saja yang harus dilakukan pada tahap ini?
Customer-Centric Mindset
Repeat order hanya bisa tercapai bila perusahaan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi. CRM bukan sekadar database, tetapi sistem yang hidup yang bisa secara jelas memetakan journey pelanggan. Tujuan dari strategi ini: pelanggan merasa “dikenal secara personal”, bukan sekadar “nomor invoice“.
Mapping Customer Journey
CRM digunakan untuk melacak seluruh touchpoint pelanggan mulai dari awareness, pembelian pertama, penggunaan produk, hingga support pasca pembelian. Tujuan dari strategi ini: ada continuity experience sehingga pelanggan tidak pernah merasa ditinggalkan setelah transaksi pertama.
Personalization & Segmentation
Repeat order lebih mungkin terjadi bila pelanggan merasa diperlakukan spesial. Untuk melakukannya, butuh strategi. Tujuan dari strategi ini: menciptakan contextual offer, bukan spam promo secara massal.
Consistent Omni-Channel Experience
Pelanggan harus merasa pengalaman yang seamless meskipun berpindah channel. Tujuan dari strategi ini: pelanggan merasa tidak capek mengulang informasi sehingga trust meningkat dan akhirnya repeat order menjadi lebih mudah.
Proactive Customer Engagement
Jangan tunggu pelanggan lupa, tetapi jemput bola dengan CRM. Tujuan dari strategi ini: pelanggan merasa diperhatikan dan diajak interaksi, bukan hanya “sekali beli lalu hilang”.
Loyalty & Reward Program
CRM bisa digunakan untuk membangun sistem poin, cashback atau membership. Tujuan dari strategi ini: menciptakan switching cost sehingga pelanggan lebih memilih repeat order daripada mencoba brand lain.
Customer Feedback & Experience Loop
Repeat order tumbuh bila perusahaan terus belajar dari feedback pelanggan. CRM bisa integrasi dengan survey NPS, CSAT, dan review produk. Tujuan dari strategi ini: pelanggan merasa suara mereka didengar sehingga trust semakin dalam.
Empathy & Human Touch
CRM tidak boleh membuat hubungan terasa robotik. Harus ada sentuhan manusiawi. Tujuan dari strategi ini: pelanggan merasa dihargai sebagai individu sehingga lebih loyal dan bisa repeat order.
Key Performance Indicator
Tidak bisa hanya berharap repeat order, tetapi harus diukur. Caranya adalah lewat RPR, CLV, Churn Rate, dan AOF. Tujuan dari strategi ini: menghubungkan strategi customer experience dengan hasil bisnis yang nyata.
Continuity
Membuat hubungan jangka panjang, bukan hanya transaksi sesaat. Menggunakan prinsip: jangan hanya kejar pembelian pertama, tetapi rancang sistem agar pelanggan bisa terus stay bersama brand. Tujuannya adalah: pelanggan tidak hanya sekadar repeat order, tetapi merasa hubungan jangka panjang dengan brand.
Multiplier System
Strategi mengubah pelanggan menjadi agen pertumbuhan. Dalam tahap ini, prinsipnya adalah: customer yang puas adalah brand ambassador terbaik. Tujuannya adalah: pertumbuhan bukan hanya dari iklan, tetapi dari “efek jaringan” pelanggan.
Customer Segmentation
Memahami bahwa tidak semua pelanggan adalah sama. Strategi CRM dipakai dalam ranga untuk mengangkat value dari tiap segmen secara bertahap. Tujuannya adalah: customer value naik level demi level, efeknya adalah scale up revenue dan brand equity.
Ecosystem Building
Repeat order bisa berhenti, tetapi ekosistem yang solid bisa membuat pelanggan tetap stay. Tujuannya: pelanggan merasa bagian dari ekosistem, bukan hanya pembeli. Dengan begitu, continuity akan terjamin.
Predictive Analytics
Growth yang tanpa arah hanyalah sebuah keborosan. Tetapi, growth dengan data, adalah mesin multiplier. Tujuannya: bisa scale up lebih cepat dengan ROI tinggi, bukan tembakan serampangan.
Siapa Mentor Anda?
Ananto Pratikno
- Business Development Director, Hotline Advertising, Jakarta. Menangani Kampanye Iklan TV, Radio, Media Cetak, Online dan Offline dari brand-brand nasional seperti Indomie, Extra Joss Indonesia, Philippines dan Vietnam. Juga brand-brand Internasional seperti McDonalds & Panasonic, termasuk Kampanye Pilpres Pertama tahun 2004 yaitu Pasangan SBY-JK.
- Executive Director, ACNielsen Indonesia, Jakarta. Membuat Strategi dan Mengeksekusi Program-program untuk mempertahankan dan ekspansi klien-klien utama ACNielsen Indonesia mulai dari TV Stations, Advertising Agencies, Media Cetak, Radio dan Online serta FMCG-Fast Moving Consumer Goods.
- Executive Director, Sekolah Alam Indonesia, Jakarta. Membuat Roadmap Branding dengan cara Rebranding dari Sekolah Alam Ciganjur menjadi Sekolah Alam Indonesia dan ekspansi membuka cabang Sekolah Alam Indonesia di Depok, Bogor, Bengkulu.
- Vice President Marketing, First Position Advertising, Jakarta. Sebagai VP, bertugas memperluas pasar dengan akuisisi klien-klien baru antara lain Larutan Cap Kaki Tiga & Indosat
- Technical Advisor, Codex Digital Branding, Jakarta & Kuala Lumpur. Sebagai Tecnical Advisor bidang Branding dan Digital Marketing di Codex Digital Branding adalah dengan memberikan Training dan Mentoring kepada C-Level Management dalam mempersiapkan Kampanye Digital baik di Indonesia maupun Malaysia, antara lain Parti Keadilan Rakyat di Malaysia dan K-Link Indonesia.
- Co-Founder, YP Entertainment, Jakarta. YP Entertainment adalah sebuah MCN (Media Channel Network) yang berbasis pada ekosistem digital dunia videografi untuk kepentingan TikTok. Bekerja sama dengan TikTokers dengan follower jutaan orang dengan mengembangan Digital Insight, Creative Ideation dan Execution serta Kolaborasi dengan Brand-brand dalam Kampanye Digital.
- Direktur, PT Digital Politik Indonesia, Jakarta. Tahun 2022, PT Digital Politik Indonesia menangani Kampanye Digital Politik untuk Pak Anwar Ibrahim dari Pakatan Harapan dan memenangkan PRU-Pilihan Raya Umum ke 15 pada bulan November 2022.
Testimoni Original Peserta
“Awalnya aku kira ini cuma webinar biasa, promonya ‘mesin uang otomatis’ dan segala macem… eh, tapi ternyata BEDA. Aku langsung praktekin satu modul pas abis webinar, dan dalam seminggu, repeat order naik 40%. Yang paling ngena: aku baru sadar selama ini jualan cuma ‘ngejar satu kali beli’, padahal pelanggan udah di depan mata, cuma nggak aku bawa ke tahap selanjutnya. Sekarang aku punya sistem follow-up otomatis yang bikin penjualan jalan meskipun lagi liburan. Gila, baru ngeh kalau bisnis bisa kerja tanpa aku 24/7.”
Yuslam Sungkar
Founder BeresinHR
“Gue udah ngikutin webinar beberapa kali, biasanya yang ditawarin ya ‘strategi closing’ atau ‘funnel’. Tapi INFINITY REVENUE ENGINE ini lebih ke sistem. Gue baru sadar kalau bisnis online gue selama ini cuma ‘bocor’ terus — pelanggan masuk, beli sekali, terus ilang. Setelah ikut ini, gue rebuild funnel-nya dari nol: ada tahap edukasi, onboarding, sampai program loyalitas. Hasilnya? LTV pelanggan naik dua kali lipat dalam sebulan. Ini bukan cuma teknik marketing, tapi beneran ngebentuk ‘mesin’.”
Fathurrahman JS
Owner Ayam Pop Serasa
“Aku sempet mikir, ‘Wah, pasti ribet, sistem segala macem… aku kan cuma jualan lewat WA sama IG.’ Tapi pas denger penjelasannya, ternyata bisa disesuaikan buat skala kecil juga. Yang paling gampang diterapin itu strategi ‘hubungan berkelanjutan’ — aku mulai kirim update ke pelanggan lama, kasih edukasi manfaat produk, ternyata banyak yang balik beli. Bahkan ada yang jadi reseller sendiri! Sekarang aku punya sistem kecil buat tracking siapa yang sering beli, siapa yang bisa aku tawarin paket berlangganan. Rasa lega banget, nggak lagi ‘panik-panik jualan’ tiap bulan.”
Ade Rizal
Owner Semanis Dessert
“Sering banget kan lihat bisnis yang tumbuh cepat, terus mentok? Nah, INFINITY REVENUE ENGINE ini ngejelasin kenapa itu terjadi: karena nggak ada sistem yang bikin pendapatan berkelanjutan. Aku sendiri sekarang jadi lebih percaya diri ngerancang strategi buat bisnis biar bisa berkembang lebih pesat, bukan cuma ngandelin paid ads doang.”
Fahmi Mubarok
Owner Enxyclo Creativerse
Saatnya Bisnis Anda Lebih Profit, Sekarang!
EARLY BIRD (1-10 Oktober 2025)
Rp129.000
PRE-SALE (11-20 Oktober 2025)
Rp139.000
NORMAL (21-26 Oktober 2025)
Rp149.000
Senin, 27 Oktober 2025, 19.30 WIB – Selesai
Benefit Spektakuler untuk Bisnis Anda dari Webinar Spesial Ini ...
Framework Infinity Revenue Engine
Strategi terkini untuk menghasilkan mesin pencetak uang yang bisa menghasilkan revenue berkelanjutan, bukan penjualan sesekali.
Memahami Permasalahan Bisnis dan Tahu Pembenahan Apa yang Perlu Dilakukan
Dengan memahami pemaparan dari mentor profesional, akan mengubah cara pandang Anda terhadap bisnis dan mengerti apa saja pembenahan-pembenahan yang perlu dilakukan agar membuatnya tumbuh melesat.
Pemateri Berpengalaman
Materi hebat yang disampaikan oleh mentor berkualitas. Dengan pengalaman yang tidak sedikit dan juga wawasan yang berlimpah, untuk membantu Anda menjadi lebih sukses daripada hari ini.
Rekaman Webinar
Tak bisa mengikuti acara secara live? Tenang, kami sediakan rekamannya. Anda tinggal duduk dan melihat rekaman tersebut. Atau, bisa juga sebagai bahan referensi untuk diulang-ulang lagi.
E-Cirtificate
Butuh sertifikat digital setelah mengikuti acara ini? Tenang, kami juga sediakan, siapa tahu bisa berguna untuk Anda.
F.A.Q.
Apa bedanya webinar ini dengan webinar bisnis lainnya?
Webinar ini menggunakan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap bisnis, dengan menggabungkan empat element penting, yakni: marketing, branding, selling, dan customer experience.
Apakah materi webinar bisa diimplementasikan langsung?
Tentu! Framework INFITINY REVENUE ENGINE bisa langsung Anda gunakan untuk diimplementasikan ke bisnis Anda.
Bagaimana jika kami butuh bantuan pasca webinar?
Kami menyediakan konsultasi pasca-webinar melalui grup WhatsApp eksklusif peserta, sehingga Anda bisa berkonsultasi jika menghadapi kendala.